Taman Jokotole

Sejarah Jokotole memberikan peninggalan yang sampai saat ini masih tetap terjaga. Taman Jokotole menjadi salah satu warisan sejarah yang masih bisa dilihat dan dinikmati oleh masyarakat sekitar Sumenep.
Di Desa Lapa Taman, Taman sendiri diartikan sebagai kolam, sehingga bisa disimpulkan bahwa Taman Jokotole adalah kolam atau pemandian dari Jokotole. Taman bukan diartikan sebagai taman yang ada bunga – bunganya seperti di kota – kota. Taman Jokotole menjadi aset berharga. Dengan pelestarian dan perawatan, maka Taman Jokotole bisa dimanfaatkan sebagai wisata. Taman jokotole terletak di Dusun Bakong,  kondisi Taman Jokotole saat ini masih belum terawat dengan maksimal dan sedikit terbengkalai.

Taman Jokotole dulunya adalah taman pemandian Jokotole. Terbagi atas dua taman yaitu Taman Laki dan Taman Bini. Taman Laki dan taman bini letaknya berdekatan hanya berjarak 10 meter. Dari balai desa bisa ditempuh dalam waktu 10 menit jika menggunakan motor namun jika berjalan kaki bisa ditempuh sekitar 15 menitan. Karena terletak di antara tambak udang dan perkebunan kelapa maka taman ini hanya bisa dilewati oleh motor, pejalan kaki dan juga sepeda. Perjalanan ke taman jootole akan disuguhkan pemandangan yang luar biasa. disepanjang jalan terdapat pohon kelapa dan tambak udang. Jika ingin mendapatkan pemandangan yang bagus lebih disarankan mengunjungi pada sore hari namun jangan terlalu petang karena perjlanan jauh dan kondisi sekitar yang sangat sepi ditambah tidak ada penerangan disepanjang jalan. Ketika sore hari disekitar tambah udang kita bisa menikmati matahari terbenam (sunset).



Akses jalan yang kurang mendukung membuat pengunjung kurang tertarik berkunjung. Jalan setapak dan sempit yang masih alami lumayan membuat ban motor tergelincir karena tanah bertekstur pasir. Pengunjung Taman Jokotole rata – rata dari Desa Lapa Taman sendiri.  taman tersebut belum seberapa dikenal masyarakat karena kurangnya promosi pariwisata. Padahal jika dipromosikan taman ini seharusnya menjadi ramai. Alasan yang membuat Taman Jokotole sepi dan bahkan tidak dikunjungi lagi adalah terjadi kasus tenggelamnya seorang pengunjung dan sampai saat ini masih belum dibuka lagi seperti sediakala.  


Di kawasan Taman Jokotole tedapat sebuah kolam dengan lebar sekitar 3 meter serta kedalaman sekitar 5 meter. Mungkin orang yang pertama kali mendengar nama Taman Jokotole akan berpikiran bahwa taman ini ada bunga – bunganya namun setelah mencapai tempat dan melihat secara langsung akan memberikan kesan tersendiri. Memang tidak sesuai ekspektasi karena pengertian taman sendiri yaitu kolam. Tidak ada fasilitas pendukung di sekitar taman tersebut. Hanya pagar pembatas yang baru saja dibangun dijadikan sebagai kemanan bagi pengunjung agar tidak memakan korban lagi. Petunjuk jalan yang baru dipasang menjadikan pengunjung tidak kebingungan lagi untuk melihat taman jokotole. 

Comments

Popular posts from this blog

Cemara Udang dan Bonsai

Sejarah dan Asal-Usul Desa Lapa Taman

Pengembangan Potensi Desa