Kelapa dan Lapa Taman


Pertama kali memasuki desa Lapa Taman akan melihat keunikan sekaligus hal yang mengherankan. “kenapa banyak kelapa?” apa semua pohon disini adalah pohon kelapa?. Kelapa identik dengan beberapa makanan seperti dibuat santan, es degan, dan beberapa makanan lainnya. memang keunggulan desa ini adalah kelapa.
Perkebunan kelapa di sekitar Desa Lapa Taman menjadi daya tarik tersendiri. Berdekatan dengan bibir pantai, kelapa – kelapa tersebut menambah keindahan pantai di Lapa Taman. Kelapa dari Desa Lapa Taman memiliki kualitas yang bagus. dengan kualitas tersebut maka kelapa dijual/dibuat kerajinan yang beraneka ragam. 
 Perkebunan  kelapa menjadi komoditas yang menjadi lahan ekonomi bagi desa ini. Pemanfaatan yang kurang maksimal membuat kelapa tidak bisa diandalkan sepenuhnya. Masyarakat Lapa Taman hanya menjual kelapa dalam bentuk buah, artinya kelapa hanya dijual langsung tanpa ada pengolahan, utuh tanpa ada proses lebih lanjut. Padahal olahan berbahan dasar kelapa sangatlah mudah dijumpai. Selain dijual ke pengepul, buah kelapa dijual di pasar desa, juga dalam bentuk buah.
Persaingan kualitas buah kelapa di Madura khususnya Sumenep memang sangat ketat. Buah kelapa banyak yang langsung dijual, kualitas kelapa juga mempengaruhi kelayakan pohon kelapa untuk dijadikan sebuah olahan. Jika kualitas kelapa Lapa Taman lebih rendah dibandingkan kelapa dari wilayah lainnya maka akan mempengaruhi penjualan. Meskipun kelapa dijual secara langsung namun kualitas akan mempengaruhi. Kualitas dan kantitas kelapa dari desa Lapa Taman tidak bisa diragukan lagi jika dibandingkan dengan desa lainnya.
Selain kualitas kelapa, pola pikir (mindset) masyarakatnya juga mempengaruhi. “jika kelapa bisa dijual secara langsung (lebih laku) kenapa harus diolah yang masih membutuhkan biaya tambahan?” banyak masyarakat yang beranggapan seperti itu. Memang masyarakat tidak mau “ambil pusing” untuk masalah menadapatkan uang. Tanpa mengeluarkan biaya tambahan dan memakan sedikit waktu penjualan kelapa secara langsung lebih efisien.
Pohon kelapa hampir bisa ditemui disetiap halaman dan kebun masyarakat. Biasanya disetiap halaman rumah mudah dijumpai pohon mangga ataupun buah namun di desa Lapa Taman mudah dijumpai pohon kelapa. Jenis tanah menjadi salah satu faktor mudahnya pohon kelapa tumbuh di sekitar halaman rumah warga. Buah kelapa yang tua dan jatuh ke tanah dengan sendirinya akan bertunas dengan sedikit siraman air di sekitar tanah maka tunas akan tumbuh menjadi pohon.
Penanaman pohon kelapa memang cukup mudah. Menurut salah satu warga desa.. penanaman pohon kelapa cukup dengan kelapa tua yang kemudian dijadikan tunas kelapa. Bagi para pemilik kelapa untuk menananm kelapa lagi tidak memerlukan biaya, cukup mengambil kelapa yang sudah tua dan tidak membutuhkan banyak biaya dan terbilang gratis. Pemanenan kelapa dilakukan setiap 1 bulan sekali. panen ini lebih cepat dibandingkan dengan panen buah siwalan atau buah dari pohon aren. Pohon aren panen setiap 3 bulan sekali. tiak ada perwatan khusu terhadap buah kelapa. Mereka tumbuh dengan sendirinya, meskipun banyak rumput disekitar tanaman namun tidak banyak mempengaruhi produktifitas kelapa. Pohon ini tumbuh subur di tanah pasir dan di dekat pantai.
Satu buah kelapa di desa ini dihargai Rp. 3000,- jika kia beli kelapa di luar desa ini mungkin harganya mencapa Rp. 4000,- sampai Rp. 10.000,- harga kelapa memang cukup murah apalagi jika musim kelapa tiba. Widak perlu membeli degan jika ingin minum es degan, cukup memetik di pohonnya air segar kelapa bisa mereka nikmati setiap hari. Perbedaan harga cukup signifikan seperti di Pantai Lombang hrga 1 kelapa muda saja dijual dengan harga Rp. 10.000,- padahal letaknya tidak terlalu jauh dari Desa Lapa Taman. Warga Desa Lapa Taman patut bersyukur dengan apa yang sudah Tuhan berikan kepada mereka. Mereka tidak perlu mengeluarkan uang jika ingin menikmati kelapa.
A.    Distribusi kelapa
Pendistribusian kelapa yang akan dijual melalui pengepul dan dijual sendiri oleh para pemiliknya. Kelapa itu biasanya dijual ke pasar Desa Lapa Taman. Meskipun rata – rata masyarakat sudah memiliki pohon kelapa sendiri namun tetap saja merka membeli dari pasar. Tidak hanya satu atau dua penjual kelapa saja namun ada lebih dari 5 penjual kelapa. Tidak hanya dijual ke pasar desa namun kelapa juga dijual ke daerah lainnya seperti Pamekasan, Sampang, Bangkalan dan di sekitar wilayah Sumenep juga.
Dengan harga jual Rp. 4000,- setiap buah, keuntungan yang di dapatkan cukup lumayan digunakan sebagai penghasilan. Namun penjualan juga tidak menentu, terkadang mereka tidak mendapatkan hasil penjualan sama sekali. Selain mereka menjual kelapa sendiri ke pasar, pengepul biasanya mendatangi para pemilik kelapa untuk membelinya. Harga yang ditawarkan juga sama halnya dengan berjualan langsung bahkan bisa saja lebih murah karena pengepul membeli dalam jumlah yang banyak.
B.     Potensi perkebunan lainnya
Selain pohon kelapa yang menghiasi Desa Lapa Taman, pohon lain yang sering ditemui adalah pohon aren. Pohon aren masih dalam satu keluarga. Tumbuhan ini sering tumbuh di tanah yang berpasir yang terdapat disekitar pantai.

Meskipun jumlahnya tidak sebanyak pohon kelapa namun manfaatnya tidak kalah dengan buah kelapa. Pohon aren hanya tumbuh beberapa saja di kebun. Tidak seperti kelapa yang memang sudah dikembangbiakan namun erbeda dengan pohon aren yang hanya tumbuh ala kadarnya. Disekitar kebun kelapa hanya dijumpai 2 – 5 pohon aren, itupun jika ada. Banyak warga yang tidak mengambil buah aren dan tidak mengandalkannya untuk dijual. Mereka lebih suka menenam kelapa karena masa panennya lebih cepat. Kelapa bisa dipanen setiap bulannya namun lain dengan buah aren yang bisa dipanen sekitar 3 bulan sekali. 

Comments

Popular posts from this blog

Cemara Udang dan Bonsai

Sejarah dan Asal-Usul Desa Lapa Taman