Jajanan Tradisional

Di desa Lapa Taman sendiri tidak hanya terkenal dengan keindahan alam saja, melainkan juga melimpahnya sumber daya alam seperti perkebunan kelapa yang seringkali ditemui di sepanjang jalan. Terdapat hal menarik lain yang bisa dilihat di desa Lapa Taman yaitu makanan ataupun jajanan tradisional. Hal tersebut yang dapat kami gali di desa Lapa Taman, kecamatan Dungkek-Sumenep. Di desa Lapa Taman terdapat beberapa warga yang menjual kue tradisional seperti jellebiyeh dan jubedhe. Kedua kue khas tersebut sangat disukai oleh seluruh warga di desa Lapa Taman. Meskipun kue jellebiyeh dan jubedhe sama-sama merupakan jajanan khas daerah Lapa Taman, akan tetapi terdapat perbedaan baik dari cara pembuatan, lama proses pembuatan, dan bentuk atau tekstur dari jajanan tersebut. Berikut penjelasan mengenai kedua kue tersebut.

a.      Jellebhiyeh
Salah satu penjual jellebiyeh yang memang sudah lama berjualan dan kemampuannya juga tidak diragukan lagi. Pembuatan jellebiyeh memerlukan bahan-bahan yang cukup mudah dan proses pembuatannya pun sangat sederhana. Dengan berbahan dasar tepung beras, vermipan (baking soda), dan tepung terigu yang dicampur dan diaduk menjadi satu sampai tercampur rata dengan sedikit ditambahkan air. Tidak lupa juga dibutuhkan bahan pelengkap berupa “tanggulin” atau gula aren merah yang dicairkan. Semua bahan untuk jellebiyeh dimasukkan jadi satu kecuali gula aren. Setelah bahan-bahan yang dibutuhkan telah siap, maka dimulailah proses pembuatan jellebiyeh. Bentuk dari jajanan jellebiyeh terbilang unik meskipun sederhana. Bentuknya yang bulat menyerupai “perut ayam” dengan rasanya yang sangat manis menjadi nikmat ketika disantap bersama-sama.

Pembuatan Jellebhiyeh

Uniknya kue ini yaitu saat digigit terdapat lelehan gula merah yang keluar. Bahkan tidak hanya warga desa Lapa Taman saja yang menyukainya, namun warga desa di kecamatan dungkek juga menyukainya. Nama unik dan rasa yang nikmat membuat siapapun yang sekali merasakannya maka ingin memakan lagi. Meskipun  terbilang sangat sederhana dalam proses pembuatannya, akan tetapi jajanan jellebiyeh ini tidak bisa bertahan dalam waktu yang lama, hanya bisa bertahan selama 1 hari saja. Sebab jika terlalu lama di diamkan, rasanya juga sudah tidak lagi garing jika digigit dan berminyak. Jadi, Jajanan jellebiyeh lebih baik dimakan selagi hangat agar nikmat.
Sayangnya, jajanan khas desa Lapa Taman ini hanya di jual di sekitaran desa lapa taman saja. Sehingga tidak banyak orang yang mengetahui bentuk dan rasa dari jajanan jellebiyeh tersebut. hanya sedikit orang saja yang merasakan nikmatnya jajanan jellebiyeh ini. Jajanan tradisional khas Lapa Taman ini bisa dijumpai di pasar kelapa Desa Lapa Taman dan pasar Dungkek. Tidak semua orang bisa membuat jellebiyeh, setiap para pembuat jelellebiyeh memiliki rasa yang berbeda. Jika orang luar Lapa Taman membuat jellebhiyeh maka rasanya akan berbeda meskipun memiliki bentuk yang sama. Harga jellebhiyeh sangat terjangkau yaitu hanya 500 rupiah saja. Dengan harga yang terjangkau membuat jellebhiyeh masih bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat.
b.      Jubedde

Jubedde adalah makanan khas yang hanya bisa ditemukan di Desa Lapa Taman dari seluruh desa di kabupaten Sumenep. Di desa Lapa Taman sendiri hanya ada dua pembuat jubedde yang sudah cukup lama dan turun temurun sejak dahulu. mungkin karena prosesnya yang cukup lama meskipun terbuat dari bahan-bahan yang sederhana dan mudah didapat disekitar desa Lapa Taman seperti air legen yang berasal dari siwalan. Jubedde merupakan makanan ringan yang terbuat dari air legen, tepung beras, dan gula merah. Jubedde lebih mirip manisan. Bentuknya tipis seperti kertas yang dilipat segi empat.
Biasanya jubedde dihidangkan untuk menjamu tamu bersama teh dan makanan tradisional lainnya atau sekedar dibuat oleh-oleh apabila berkunjung ke Desa Lapa Taman. Cara membuatnya, semua bahan-bahan dicampur dan diaduk diatas pemanas sampai lembut seperti bubur gula merah. Kemudian diratakan diatas karung beras dengan tingkat ketebalan yang rata. Lalu dijemur didepan rumah seharian. Biasanya didepan rumah warga pembuat jubedde terdapat kayu-kayu yang menjadi tempat jubedde dijemur. Baru keesokan harinya jubedde dibentuk segiempat kemudian dijemur kembali. Karena itulah jubedde memiliki daya tahan yang cukup lama yaitu satu bulan.

Jubedde cukup terkenal  sebagai makanan khas yang hanya satu-satunya ada di Desa Lapa Taman. Pembelinya dapat berasal dari berbagai daerah sekitar desa Lapa Taman. Baik pembeli dengan skala kecil untuk dimakan sendiri sampai skala yang besar seperti dijual kembali entah itu di pasar atau diwarung . Biasanya para pembeli langsung datang ke tempat pembuat jubedde.

Comments

Popular posts from this blog

Cemara Udang dan Bonsai

Sejarah dan Asal-Usul Desa Lapa Taman