Cemara Udang dan Bonsai



Selain pohon kelapa, Desa Lapa Taman juga terkenal dengan tanaman hiasnya. Tanaman hias yang ditanam di desa ini adalah cemara. Cemara memiliki beberapa jenis yaitu cemara kipas, cemara pensil, cemara norfolk, cemara udang, cemara pua-puacemara angin, cemara lilin dan lain - lain. cemara yang ditanam  di Desa Lapa Taman adalah jenis cemara udang. Hampir setiap dusun yang ada di desa lapa taman menjadi petani cemara udang.
Cemara yang memiliki nama latin Casuarina equisetifolia linn merupakan tanaman asli Indonesia. Cemara udang memiliki ciri – ciri daun dengan ujung lancip seperti jarum dengan ukuran  yang kecil. Daunnya seperti jarum dan tumbuh menjulang tinggi. Tanaman ini mudah ditemui di daerah yang berpasir. Daun dari cemara udang mirip dengan daun pinus. Tumbuh bisa sampai tiga meter dan tidak banyak dahan. Meskipun tanaman ini berbatang besar dengan kulit hitam namun biasanya pohonnya dibuat sekecil mungkin dan dijadikan sebagai bonsai. Tanamn ini memang banyak ditemukan di daerah Lombang dan sekitarnya. Salah satu daerah yang banyak ditemui cemara udangnya adalah desa Lapa Taman. Tidak hanya ditemukan tumbuh secara liar namun juga dikembangbiakkan oleh warga Desa Lapa Taman.

Warga Desa Lapa Taman mengembangbiakkan cemara udah biasanya di di halaman rumah masing – masing karena banyak lahan kosong disekitar rumah mereka. Lokasi dari satu rumah ke rumah lainnya juga terbilang cukup jauh sehingga masih banyak halaman yang kosong. Meski tidak semuanya warga mengembangbiakkannya di halaman rumah, biasanya mereka juga menanamnya di kebun mereka di dekat pantai karena tanahnya sangat mendukung untuk menanam cemara udang.
Penanaman cemara udang terbilang cukup mudah. Benih cemara udang yang diambil dari buah cemara udang yang sudah tua. Buah yang sudah tua diambil dan dijemur sekitar 3 hari. Jika sudah kering buah akan merekah dengan sendirinya dan biji cemara udang akan terlihat dan mudah untuk diambil. Setelah bijinya sudah kering dan diambil selanjutnya ditanam di (polybag). Setelah berumur 8 bulan cemara udang sudah siap dan layak di pindah ke tanah. Dengan umur sekitar 12 bulan cemara udang belum siap untuk dijual. Jika sudah mencapai umur 8 – 12 bulan, maka pohon cemara udang sudah siap untuk dijual.

Penjualan cemara udang tidak setiap hari melainkan jika hanya ada pesanan saja. Para petani cemara udang biasanya  menjual tanamannya ke pengepul dan dijual ke Jakarta. Seperti salah satu petani cemara udang di Dusun Pangkalan, yaitu Ibu Ruwilani beliau mengaku bahwa sampai saat ini pesanan hanya datang dari Jakarta, biasanya pengepul yang mendatanginya dan memilih cemara udang yang layak untuk dijual. Penjualan setiap bulannya tidak tetap, biasanya hanyadalam waktu tiga bulan terjualnya. Rata – rata harga satu pohon yaitu 15 – 20 ribu. Ibu Ruwilani  menggeluti profesi petani cemara udang sudah 10 tahun. Menurut penuturannya, beliau bersyukur bahwa belum ada penyakit atau hama yang menyerang tanamannya. Dalam satu lahan, tanaman cemara udang mencapai 1500 tanaman dalam satu kali pembibitan. 
Perawatan yang cukup mudah membuat para petani udang sampai saat ini masih bertahan. Hanya perlu penyiraman dan pemberian pupuk. Penyiraman dilakukan 1 kali dalam sehari, biasanya jam terbaik untuk melakukan penyiraman adalah sore hari sekitar jam 14.30. jika musim kemarau hujan maka tidak perlu dilakukan penyiraman.  pemberian pupuk dilakukan jika ada hujan. cemara udang juga butuh ketelatenan dalam perawatan dan pembentukan komposisi tanaman yang bagus. Seperti pembentukan pohon yang spiral.  Saat masih berumur sekitar 3 bulan, pohon cemara udang di lingkarkan ke daha kelapa yang dibentuk memanjang dan ditancapkan di dekat pohon cemara udang. Pohon cemara udang di lingkarkan ke dahan kelapa tersebut yang kemudian di tali dengan erat. Hal itu dilakukan agar bentuk pohon cemara udang semakin terlihat menarik. Semakin menarik dan bagus bentuk pohonnya maka akan semakin mahal harga jualnya. 
Selain dari pohon/batang yang harus dirawat, daun dari cemara udang juga harus diperhatikan. Daun dari cemara udang harus dibentuk lingkaran seperti bola. Dannya tidak dibiarkan seperti cemara yang tumbuh liar. Untuk membentuk daun cemara hingga menyerupai bola biasanya dibentuk dengan cara digunting. Cetakannya menggunakan batok kelapa. Jika tidak dirawat maka akan menyerupai cemara liar. Daun cemara yang sudah memanjang diguning dan dirapikan. Semakin bagus bentuknya maka akan semakin menarik pembeli.
  
Bonsai
Selain warga desa yang banyak menanam cemara udang dan dijual dalam secara langsung, cemara udang juga dijual dalam bentuk bonsai. Sekitar 100 warga yang menjual bonsai cemara udang yang trsebar di empat dusun di Desa Lapa Taman. Memang di daerah sekitar pantai Desa Lapa Taman banyak sekali dijumpai tanaman cemara udang.
Salah satu warga yang menjual bonsai cemara udang di Dusun Tengah memulai usaha sejak tahun 1997 membuatnya sudah mengalami pahit manisnya menjual bonsai. pada tahun 1997 bonsai di Desa Lapa Taman mengalami kejayaan dan saat itu juga banyak sekali bermunculan para petani cemara udang dan juga membuatnya menjadi bonsai. di dukung kondisi alam yang sangat cocok membuat cemara udang tumbuh subur di sekitar desa ini. Disekitar pantai bisa dijumpai cemara udang yang berjajar. Perawatan bonsai memang tidak bisa dibilang gampang tapi juga tidak terlalu sulit.
Foto kebun bonsai cemara udang

Bonsai awalnya adalah cemara udang yang memiliki bentuk yang unik. Para petani bonsai mengambilnya disekitar pantai. Bonsai yang dijual ada dua jenis yaitu bonsai tamanan dan bonsai unyil. Bonsai tamanan biaanya memiliki tinggi 3 – 4 meter sedangkan bonsai unyil memilki tinggi sekitar 1,5 – 2 meter. Harga dari masing – masing bonsai juga bervariasi, mulai dari 300 ribu hingga 700 ribu. Jika bentuk semakin unik dan bagus harga bisa mencapai 1 juta ke atas. Harga ini adaah dari para petani langsung sedangkan jika harga dari tengkulak/pengepul bisa mencapai jutaan. Perbedaan harga inilah yang membuat para petani bonsai tidak bisa berkembang terutama dari segi ekonomi.
Tanaman bonsai cemara udang biasanya di jual melalui tengkulak ke daerah Bandung, Jakarta, Jawa Tengah, dan Surabaya. Penjualan juga tidak dilakukan secara langsung, biasanya mereka yang mau membeli datang terlebih dahulu dan melihat ataupun biasanya mereka mengambil foto – foto bonsai kemudian dikirim kepada pusatnya misalkan di daerah Bandung. Bonsai juga tidak bisa langsung terjual dalam hitungan minggu apalagi hari. Menurut salah satu petani, bonsai bisa terjual dalam jangka waktu 3 bulan lebih. Menuru keterangan salah satu petani bahkan bonsainya saat ini sudah mencapai 4 tahunan dari awal dia merawat namun sampai sekarang belum laku terjual. Saat ini bonsai yang banyak terjual adalah jenis unyil, sedangkan jenis tamanan sudah sediki yang mencari. Banyak pembeli yang mencari keunikan bentuknya.
Selain dari bentuk yang harus unik dan menarik, kendala lain yang dialami oleh para petani saat ini adalah banyaknya masyarakat di luar desa yang menanam bonsai cemara udang. Kekreatifan menjadi modal utama jika ingin bonsainya menarik minat pembeli. Saat ini banyak sekali petani bonsai cemara udang yang memiliki kekreatifitasan tinggi. Membentuk bonsai dengan bentuk yang unik. Jika bonsai kurang menarik maka para pembeli juga akan beralih memilih bonsai yang lebih layak dipandang.
Sementara petani bonsai lainnya di Dusun Bakong diperoleh informasi hal yang hampir sama. Bonsai – bonsai didapatkan dari penanaman bonsa di pinggir pantai. Perawatan dan pembentukan pohon cemara udang agar menjadi bonsai yang memilki keunikan tidak bisa dala hitungan 1 atau 2 bulan saja namun bertahun tahun. Minimal dalam perawatan dan pembentukan yaitu 1 tahun. Bonsai dibentuk dengan memanfaatkan dahan – dahannya. Tidak hanya bentuk batang dan dahan namun daun dari bonsai juga mempengaruhi. Perawatan memang menjadi kunci utama jika ingin memiliki bonsai yang unik.
Perawatan bonsai tidak terlalu rumit, hanya butuh air yang pas. Artinya tidak boleh terlalu berlebih dan tidak boleh kurang. Seperti manusia jika terlalu berlebihan makan bisa mati dan jika tidak makan juga akan mati, bonsai juga bersifat sama. jika bonsai terlalu kurang siraman air akan mati dan jika terlalu berlebihan dalam memberi air juga akan mati. Penyiraman dilakukan pada pagi dan sore hari jika tidak turun hujan namun jika terdapat hujan maka penyiraman dilakukan satu waktu saja yaitu sore atau pagi. Pemberian pupuk dilakukan jika hujan turun, seperti pemberian air, pupuk juga tidak boleh berlebihan karena bisa menyebabkan bonsai menjadi panas.

Inovasi – inovasi terus dilakukan, bentuk – bentuk bonsai menadi perhatian penting bagi para petani. Salah satu inovasi yanitu dengan cara stek. Stek dilakukan di batang – batang tanaman bonsai dan ujung dahan yang di stek ditanam ditanah. Sementara yang ingin distek denga batang dipaku di batang utama. Proses stek ini memakan waktu hingga 4 bulan baru bisa dipotong dan menjadi batang bonsai yang baru. Inovasi ini dilakukan untuk membentuk bonsai yang unik. Semakin unik bonsai tersebut maka akan semakin mahal. Jika inovasi – inovasi seperti ini tidak dilakukan maka bentuk bonsai akan biasa – biasa saja dan kalah dengan para petani yang mempunyai bentuk yang lebih unik.

Harga jual bonsai memang bervariasi, ada yang ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Bonsai yang dimiliki oleh salah satu warga di Dusun Bakong ada yang terjual hingga 1 juta sementara bonsai yang lain terjual dengan harga 3,5 juta untuk 3 bonsai. keunikan – keunikan yang dimiliki olehnya menjadikan minat pembeli tinggi. Pembeli bonsai berasal dari berbagai kota seperti Surabaya, Bandung, Jakarta, Jawa Tengah, dan di wilayah Madura sendiri. Penjualan hanya menunggu pembeli  yang datang. Biasanya dijual ke Bandung karena disanalah tempat pusatnya. Ada juga pembeli dari Desa sebelah seperti Lombang, Dapenda dan daerah sekitar Batang – Batang lainnya.


Bonsai cemara udang harus ditanam di pasir pantai seperti pasir yang ada di sepanjang pantai Desa Lapa Taman. Jika ditanam di tanah selain pasir pantai maka akan mati karena habitat cemara udang memang di sekitar pantai. Biasanya bonsai diletakkan dalam pot. Jika ada bonsai yang ditanam ditanah langsung tanpa menggunakan potmaka pengambila bonsai yang sudah terjual menunggu datangnya hujan agar bonsai mudah di ambil dari tanah dan tidak merusak akar dari bonsai sendiri.  

Comments

Popular posts from this blog

Sejarah dan Asal-Usul Desa Lapa Taman

Pengembangan Potensi Desa